Syarat Masuk Polisi, Simak Jalur dan Ragam Tesnya

Syarat Daftar Masuk Polisi

Kamu Ingin Ikut Tes Penerimaan Polri? Cek Dahulu Opsi Jalur Yang Bisa Kamu Ambil, syarat masuk Polisi, Dan Ragam Tes Yang Diadakan Di Artikel Berikut!

Jika ingin berkontribusi untuk negara dengan mengabdi sebagai polisi, kamu harus berhasil melewati serangkaian tes masuk polisi terlebih dahulu. Apa saja syarat masuk polisi dan apa saja tes yang akan dilaksanakan?

Nah, kamu bisa cari tahu lebih lanjut mengenai ragam tes polisi beserta persyaratan yang diminta di artikel berikut. Tak lupa, di artikel ini kamu juga akan mengenal berbagai pilihan jalur penerimaan kepolisian yang bisa kamu pilih. Yuk, baca ulasannya!

Jalur Penerimaan Polri

Ada empat jalur penerimaan Polri yang bisa kamu pilih untuk bisa bergabung di kepolisian. Empat jalur penerimaan tersebut meliputi Tamtama, Bintara, Akpol, dan SIPSS.

Tamtama

Tamtama adalah pangkat dalam kepolisian yang bisa dikatakan terendah. Pada umumnya, orang yang baru masuk ke jajaran kepolisian melalui jalur ini perlu menempuh sekolah kepolisian selama kurang lebih lima bulan.

Setelah pendidikan, lulusan Tamtama akan berpangkat Bhayangkara Dua (Bharada). Lulusan Tamtama memiliki tugas utama dalam melaksanakan tugas-tugas Brimob atau Polair, baik secara teknis maupun taktis.

Bintara

Dibandingkan dengan Tamtama, masa tempuh pendidikan Bintara lebih lama, yaitu tujuh bulan. Output lulusannya pun memiliki pangkat berbeda. Pasalnya, lulusan Bintara akan memiliki pangkat Brigadir Dua (Bripda).

Bintara berperan sebagai ‘penghubung’ antara Perwira dan Tamtama maupun sebaliknya, terutama dalam bidang operasional. Hal ini disebabkan karena anggota Bintara mengepalai serta membimbing anggota Tamtama.

Akpol

Akpol (Akademi Kepolisian) merupakan jalur lain yang bisa kamu pilih untuk mengikuti rekrutmen anggota polisi. Dibandingkan Bintara dan Tamtama, waktu pendidikan Akpol jauh lebih lama, yaitu 4 tahun. Lulusan Akpol akan memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.IK) memiliki pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

SIPSS

SIPSS adalah singkatan dari Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana. Singkatnya, SIPSS adalah sekolah kepolisian untuk lulusan pendidikan tinggi, seperti lulusan D-IV, lulusan sarjana (S-1), maupun lulusan pascasarjana (S-2).

Peserta didik yang lolos SIPSS nantinya akan mendapatkan pendidikan selama enam bulan. Pasca pendidikan, peserta SIPSS akan ditugaskan pada posisi sesuai dengan keahlian dan bidang keilmuan masing-masing.

Syarat Masuk Polisi dan Ragam Tesnya

Ada dua tipe persyaratan yang diterapkan pada penerimaan Polri, yaitu syarat umum dan syarat khusus. Syarat umum merupakan syarat masuk polisi yang wajib dipenuhi oleh seluruh peserta penerimaan polisi. Di sisi lain, syarat khusus mengacu pada persyaratan yang sesuai dengan jalur penerimaan yang kamu pilih.

Syarat umum

Berikut adalah beberapa syarat umum yang harus dipenuhi saat mengikuti tes masuk polisi.

  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME;
  3. Setia kepada NKRI; taat terhadap hukum berdasarkan Pancasila serta Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945;
  4. Sehat jasmani, rohani, serta bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dari RSUD di daerah domisili;
  5. Pendidikan terakhir adalah SMA/sederajat;
  6. Tidak pernah terlibat kasus pidana, dibuktikan dengan SKCK;
  7. Batas umur masuk polisi adalah minimal 17 tahun 7 bulan pada pembukaan pendidikan, sedangkan batas umur maksimal tes polisi adalah 21 tahun (untuk pendidikan terakhir SMA/sederajat), 23 tahun (pendidikan terakhir D-I hingga D-III), dan maksimal 27 tahun (pendidikan terakhir D-IV, S-1, maupun S-2). Batas umur masuk polisi ini akan berbeda untuk jalur SIPSS, khususnya untuk batas umur maksimal;
  8. Belum pernah menikah, hamil/melahirkan, belum memiliki anak biologis, serta sanggup tidak menikah selama pendidikan;
  9. Berwibawa, bersikap jujur dan adil, serta tidak berkelakuan buruk.

Selain syarat-syarat di atas, ada berkas-berkas yang perlu disiapkan pada saat mengikuti tes polisi, di antaranya:

  • Surat permohonan untuk menjadi anggota Polri
  • KTP, KK, serta kartu BPJS Kesehatan
  • Akta kelahiran
  • Ijazah asli dan salinan ijazah yang dilegalisasi (SD, SMP, SMA/sederajat, D-III, D-IV, S-1/S-2)
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat persetujuan dari orang tua/wali
  • Surat pernyataan ikatan dinas anggota Polri
  • Surat pernyataan tidak melakukan KKN
  • Surat pernyataan tidak terikat oleh ikatan dinas lainnya
  • Surat pernyataan belum pernah menikah
  • Surat pernyataan tidak ikut serta dalam paham/organisasi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, maupun NKRI.

File berkas surat permohonan, persetujuan, dan pernyataan di atas bisa kamu dapatkan dari situs resmi Penerimaan Polri (www.penerimaan.polri.go.id).

Syarat Fisik Masuk Polisi

Selain syarat umum, kamu juga wajib memenuhi syarat fisik yang ditetapkan. Beberapa syarat fisik masuk polisi yang diterapkan adalah sebagai berikut:

  1. Tinggi badan
  • Umum: pria minimal 165 cm, sedangkan syarat masuk polwan minimal 160 cm.
  • Wilayah perbatasan/pulau terpencil/pulau kecil terluar: 163 cm untuk pria, dan 158 cm untuk wanita.
  • Ras Melanesia (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat) daerah pesisir: 163 cm untuk pria, 158 cm untuk wanita.
  • Ras Melanesia daerah pegunungan: 160 cm untuk pria, 155 cm untuk wanita.
  1. Berat badan

Tidak ada angka spesifik untuk syarat fisik yang satu ini. Pasalnya, syarat yang diterapkan hanyalah ‘berat badan ideal’. Perhitungan berat badan ideal dilakukan dengan menggunakan rumus berikut:

  • Berat badan (BB) ideal untuk pria

BB ideal = [TB (dalam cm)-100]-[[TB (dalam cm)-100]x10%]

  • Berat badan (BB) ideal untuk wanita

BB ideal = [TB (dalam cm)-100]-[[TB (dalam cm)-100]x15%]

Misalnya, dengan tinggi 170 cm, maka berat badan ideal untuk pria dan wanita adalah sebagai berikut:

  • Pria

BB ideal = (170-100)–[(170-100)x10%] = 70–(70×10%) = 70–7=63 kg

  • Wanita

BB ideal = (170-100)–[(170-100)x15%] = 70–(70×15%) = 70–10,5=59,5 kg

  1. Kondisi fisik dan psikis sehat

Kondisi fisik tanpa cacat menjadi hal yang ditetapkan sebagai syarat fisik masuk polisi maupun syarat fisik masuk polwan. Tidak hanya terbatas pada ketiadaan cacat fisik, kamu juga harus memenuhi syarat berikut:

  • Postur tubuh yang baik
  • Tubuh tanpa tato/bekas tato
  • Tubuh tanpa tindikan/bekas tindikan, dll.

Kesehatan fisik spesifik (mata, gigi, dll.), serta pemeriksaan riwayat kesehatan pun juga akan dilakukan bersamaan dengan tes psikologi Polri nantinya.

Syarat Khusus

Syarat khusus yang dipersyaratkan pada tes polisi tergantung pada jalur yang kamu pilih. Misalnya, persyaratan khusus untuk mengikuti tes masuk polisi jalur SIPSS akan berbeda jika dibandingkan dengan jalur Akpol atau Bintara. Maka dari itu, sebelum mendaftar, penting untuk memeriksa persyaratan yang diperlukan untuk masing-masing jalur seleksi.

Beberapa poin yang membedakan jalur seleksi satu dengan yang lain di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Pendidikan terakhir

Jika mengikuti tes masuk polisi melalui jalur SIPSS, kamu wajib memiliki ijazah S-1. Lain halnya jika kamu mengikuti tes masuk Polri jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Ketiga jalur tersebut mempersyaratkan pendidikan terakhir minimum SMA/sederajat.

  • Nilai IPK/UN/ijazah

Beda jalur, beda juga persyaratan rata-rata nilai yang ditetapkan. Misalnya, untuk tes masuk Akpol, kamu perlu memiliki nilai rata-rata ijazah mínimum 70,00. Sementara, untuk Bintara, nilai rata-rata ijazah minimal adalah 65,00.

  • Persyaratan dokumen lain

Jika kamu mengikuti tes masuk polisi jalur SIPSS dengan latar belakang studi kedokteran umum atau kedokteran gigi, kamu harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Tanda Selesai Internship (STSI). Jurusan nonmedis tidak membutuhkan STR dan biasanya hanya membutuhkan ijazah saja.

Syarat Masuk Polwan, Apakah Sama?

Secara garis besar, syarat masuk polwan sama dengan syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. Ada perbedaan sedikit pada tinggi badan minimal yang dipersyaratkan—yaitu sekitar 2-3 cm dari tinggi badan minimal calon taruna/siswa pendidikan kepolisian.

Selain itu, calon taruni/siswi pendidikan kepolisian juga harus mematuhi persyaratan yang tidak mengharuskan untuk tidak menikah atau hamil selama menjalani proses pendidikan. Informasi lebih lengkap tentang syarat fisik masuk polwan bisa kamu akses di artikel berikut.

Ragam Seleksi Penerimaan Polri

Selain memenuhi persyaratan yang disebutkan, kamu perlu lulus tes yang diadakan. Ragam jenis seleksi/tes Polri adalah sebagai berikut.

1. Seleksi Administrasi

Sama seperti rekrutmen pegawai pada umumnya, kamu pun perlu lolos tahap seleksi administrasi rekrutmen polisi. Pada tahap ini, semua dokumen yang menjadi syarat akan diperiksa. Jika memenuhi syarat, kamu bisa maju ke tahap seleksi selanjutnya.

2. Tes Psikologi Tertulis

Tes psikologi polri ini populer disebut sebagai tes psikotes. Pada tahap ini, kamu akan dihadapkan dengan soal-soal yang menilai aspek kecerdasan, kepribadian, minat, serta sikap kerjamu.

3. Tes Kesehatan I

Pada tahap ini, kamu akan dihadapkan dengan pemeriksaan kesehatan yang di-handle langsung oleh pihak kepolisian. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan antropometri, tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi), telinga-hidung-tenggorok, mata, gigi, dan pemeriksaan fisik luar lainnya.

4. Tes Kesamaptaan Jasmani

Tes kesamaptaan jasmani ini ada dua jenis, yaitu tes kesamaptaan A dan B. Tes kesamaptaan A meliputi lari 12 menit, sedangkan tes kesamaptaan B meliputi push-up, sit-up, shuttle run, dan pull-up (chinning-up untuk calon polwan). Tes renang biasanya juga ikut disertakan pada tahapan ini.

5. Tes Akademik

Tes akademik polri biasanya meliputi pengetahuan umum, UU kepolisian, wawasan kebangsaan, bahasa Indonesia, serta matematika.

Kalau kamu calon Taruna/i Akpol, kamu akan mengikuti tes akademis Polri dua kali. Tes pertama dilaksanakan di tingkat panitia daerah (Panda), dan tes kedua dilaksanakan di tingkat panitia pusat (Panpus). Di tingkat pusat, tes akademik meliputi TPA dan bahasa Inggris dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).

6. Tes Kesehatan II

Pada tahap ini, tes kesehatan Polri yang dilaksanakan meliputi tes urine dan darah, EKG, rontgen, dan tes kejiwaan.

7. Tes Wawancara (Penelusuran Mental Kepribadian)

Pada tahap ini, kamu akan menjalani proses wawancara yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan mentalmu sebagai seorang calon polisi. Wawancara ini juga akan membantu rekruter dalam menilai kepribadianmu sebagai calon polisi.

8. Pemeriksaan Administrasi Akhir

Pemeriksaan administrasi akhir ini dilakukan untuk memeriksa kembali kelengkapan dokumen yang akan dikirim ke panitia pusat (jika peserta dinyatakan lolos seleksi pada tingkat daerah). Selain itu, dokumen-dokumen yang akan dikirimkan akan diperiksa ulang dan diperiksa keasliannya.

9. Tes Kompetensi Keahlian

Tes Kompetensi Keahlian (TKK) dilakukan untuk calon Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) yang meliputi Bakomsus Polair, Teknologi Informasi, Tenaga Kesehatan, Musik, Labfor, dan Logistik. TKK akan dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan yang kamu miliki terkait bidang tersebut.

10. Tes Kompetensi Manajerial

Tes ini diikuti oleh calon perwira yang mengikuti tes masuk polisi jalur SIPSS serta calon taruna/i Akpol. Tahapan ini dilaksanakan oleh Panpus, jadi peserta wajib lolos seleksi di tingkat Panda terlebih dahulu sebelum bisa mengikuti tes ini.

11. Sidang Terbuka Kelulusan

Peserta seleksi yang lolos akan menghadiri agenda ini. Sidang Terbuka Kelulusan biasanya diselenggarakan oleh panitia rekrutmen di daerah masing-masing. Untuk jalur Akpol, Sidang Terbuka Kelulusan juga diadakan di tingkat Panpus.

Nah, untuk mengenali lebih lanjut mengenai apa saja yang perlu kamu siapkan sebelum mengikuti tes masuk polisi, kamu bisa kunjungi Casis.id. Bukan cuma tahu seluk-beluk syarat masuk polisi, kamu bisa mendapatkan beragam informasi baru mengenai seleksi penerimaan calon polisi di situs tersebut. Yuk, mantapkan persiapan diri jadi polisi bersama Casis.id!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.